Paving block yang amblas atau bergelombang tidak hanya merusak estetika, tetapi juga membahayakan pengguna jalan dan memicu genangan air. Masalah ini biasanya terjadi akibat kepadatan tanah yang kurang maksimal atau drainase yang buruk.
Bongkar dan Identifikasi Masalah
Langkah pertama adalah membongkar area paving yang bermasalah. Jangan hanya mengambil bagian yang amblas, tetapi bongkar juga 1-2 baris paving di sekitarnya yang masih rata. Hal ini penting untuk memastikan transisi perbaikan nantinya menjadi mulus. Bersihkan sisa pasir lama agar kondisi tanah di bawahnya terlihat jelas.
Perbaikan Struktur Dasar
Paving amblas biasanya disebabkan oleh tanah dasar yang turun. Jika tanah di bawahnya lunak, gali sedikit lebih dalam dan tambahkan lapisan sirtu (pasir batu) atau makadam. Padatkan lapisan ini menggunakan stamper atau pemadat manual hingga benar-benar keras agar tidak terjadi penurunan di masa depan.
Penggelaran Pasir Alas yang Rata
Setelah dasar kokoh, tebarkan pasir pasang setebal 3-5 cm sebagai alas (bedding sand). Gunakan papan perata atau jidar untuk memastikan permukaan pasir benar-benar rata dan mengikuti kemiringan drainase. Pastikan pasir dalam kondisi kering atau lembap merata, tidak boleh terlalu basah.
Pemasangan Kembali dan Penguncian
Pasang kembali paving block mengikuti pola yang ada. Ketuk perlahan menggunakan palu karet agar posisi paving stabil dan rata dengan permukaan lama. Hindari menginjak paving yang baru diletakkan sebelum proses penguncian selesai.
Pengisian Nat (Joint Filler)
Langkah terakhir yang sering diabaikan adalah mengisi celah antar paving dengan pasir halus pasir silika atau pasir hasil ayakan. Taburkan pasir di atas permukaan, lalu sapu hingga masuk ke seluruh celah. Pasir nat berfungsi sebagai pengunci agar paving tidak bergeser saat menerima beban kendaraan.
Baca juga: Mempercantik Halaman Dengan Paving Block

